iLovePalestine.com

12 February 2011

5 sebab gelisah

1. Kurang bersyukur

Seperti janji Allah Azza Wa Jalla dalam firman-Nya:
وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim [14]:7).

Dalam Qs: Hud 11:6,
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Luhmahfuz)."

peribadi yang memiliki sifat syukur dalam diri akan sentiasa berada dalam keadaan tenang walau bejuta-juta ujian yang mendatang. penyesalan, penderitaan, dan rasa putus asa dalam ujian langsung tidak mempengaruhi dirinya. Karena keindahan pribadinya itu, Allah merelakan diri-Nya bersama golongan orang-orang seperti ini.

Firman Allah Azza Wa Jalla,
نعمة من عندنا كذلك نجزي من شكر
"Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur (QS. Al-Qamar [54]:35).

2. Banyak meminta

Bila kurang bersyukur, muncul pula perasaan tidak puas, tidak dapat menerima apa yang telah diperoleh. lalu disusuli dengan keinginan selanjutnya.. meminta dan terus meminta. mencintai dunia berlebihan sehingga tidak cukup dengan apa yang telah diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadanya,

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam mengkhawatirkan umatnya yang mencintai dunia secara berlebihan: ''Yang paling aku takutkan dari umat sepeninggalanku adalah jika kesenangan dunia dan hiasannya dibuka untuk kalian.'' (Muttafaq 'Alaih)

3. Berbuat zalim

Sering menyusahkan dan menyeksakan orang lain. Semakin orang sengsara semakin senang hatinya, dan berterusan mencari sesuatu untuk menzalimi orang lain. Jika tidak, hatinya tidak akan puas dan diselaputi rasa gelisah. Tidak lapang, bening tanpa bebas.

Jika dia mempunyai pekerja, dia selalu menyuruh agar bekerja semaksima mungkin yang dapat memuaskan hatinya. Dia senang melihat anak buahnya merengek dalam kesusahan. Semakin merengek semakin senang hatinya. malah dengan siapapun, dia sentiasa senang melihat orang lain kesusahan. Dan gelisah bila melihat orang senang, atau melebihinya.

4. Banyak dosa

Setiap kesalahan yang dilakukan seseorang, maka kesalahan itu akan membekas dalam hatinya sebagai perasaan bersalah. Semakin banyak melakukan kesalahan, semakin banyak pula kesan yang tersimpan dalam hatinya sebagai sebuah kesalahan. Dan semakin banyak kesalahan yang dilakukan, semakin gelisah pula hatinya, begitu seterusnya. Sehingga hati itu menjadi luka, sakit, penuh dengan kegelisahan.

Ibnu Qayyim berkata, ''Jika kamu menemukan keterasingan karena perbuatan dosa, maka segera tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Hati tidak akan tenang dengan perbuatan dosa.''

5. Lemah iman

Seseorang yang lemah imannya, akan sangat mudah terpengaruh dengan keadaan sekeliling. Dia akan banyak mengeluh dan menyalahkan sekelilingnya kerana tidak menepati keinginannya. Orang yang lemah iman akan mudah mengeluh dan tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah. Padahal, hidup dan mati, rezeki dan jodoh manusia, semuanya sudah diatur dan ditakdirkan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Tidak ada satu daun pun yang gugur tanpa pengetahuan Allah, bagi-Nya begitu mudah untuk mengubah terbit matahari dan bulan, menggoncang bumi dengan segala isinya, apalagi sekadar kematian, rezeki dan jodoh manusia. Itu lah Allah, yang tidak ada sesuatu apa pun yang menyerupai-Nya

Orang yang beriman itu sentiasa mengarahkan kehidupannya sehari-hari kepada Allah.

seperti firman Allah Azza Wa Jalla
الذين آمنوا وتطمئن قلوبهم بذكر الله ألا بذكر الله تطمئن القلوب
''Yang beriman dan tenteram hatinya lantaran ingat kepada Allah, ketahuilah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS 13:28).

sumber: ukht

2 comments:

shalina bt abdul manap said...

syukran ya ukhti,blog anda sangat bermanfaat

Junainah said...

syukran jazilan :)